Tuesday, February 22, 2011

Bukan Suatu Kebetulan


Subhanallah, Alhamdulillah.. itu yang terucap pertama kali didalam hati saya ketika mengingat kejadian hari ini. Mungkin bagi sebagian orang hal yang saya alami hanya kejadian yang sangat sangat biasa dan hanya bisa dibilang aah..cuma kebetulan belaka.

Hari ini adalah jadwal saya untuk kursus merias.Sudah hampir dua bulan ini saya mengikuti kursus merias yang kedua kalinya. Kedua kalii?? iya karena saya merasa masih harus banyak belajar dan belajar untuk lebih siap lagi nantinya. Intinya masih belum pede hehe..:D Dalam sessi kali ini saya akan belajar keterampilan untuk perlengkapan pengantin Solo. Soo, saya harus prepare semua perlengkapan dari mulai peralatan sampai dengan material untuk keterampilan tersebut. Sejak dari semalam saya sudah mempersiapkan peralatan yang memang sudah ada seperti gunting, cutter, dll. Tinggal membeli material yang memang harus dadakan diantaranya bunga melati dan janur. Karena melati dan janur adalah bahan yang sangat mudah sekali rusak (busuk/layu) saya sengaja membeli pada waktu malam hari. Kira2 pukul 09.30 pm saya ditemani my beloved hubby (thanks ya hun) beranjak ke pasar kramatjati yang lumayan dekat dari rumah.

Alhamdulillah untuk bunga melati dan kantil melati dengan sangat mudah saya peroleh. But, after keliling-keliling pasar and tanya sana sini ga juga ada tanda-tanda penampakan si janur kuning itu yaa..Alhasil kami, terutama saya memutuskan untuk pulang tanpa membawa si janur kuning dan mencoba hunting kembali sendirian besok pagi sebelum kursus di lokasi yang lain lagi. Hmmm rasa cemas mulai menyeruak pada diri saya.. duuh gimana dengan besok, gimana kalo besok pagi ternyata gak dapet juga..,dan dengan serangkaian gimana2 plus penyesalan kenapa gak nyari jauh-jauh hari atau pesan dengan penjual bunga sebelumnya. Mengingat guru rias saya lumayan tegas n pakem banget.. sigh.. Tapi akhirnya saya pasrahkan saja semua kepada Allah SWT, yang penting besok saya ikhtiar lagee.

Pagi harinya sebelum berangkat saya coba kontak dengan beberapa teman yang tempat tinggalnya sekitar pasar yang akan saya datangi nanti,tetapi jawaban mereka sedikit menciutkan nyali saya dan memberikan solusi untuk coba hunting di sebuah pasar yang lumayan jauh dari lokasi kursusku.. hehee, Jakarta maceet yang ada janur dapet tapi kursusnya gak keburu hehehe.. but thanks anyway my friends. Bismillahhirahmanirrahiiiim.. finally saya putuskan untuk berikhtiar ke sebuah pasar yang sedari malam sudah saya rencanakan untuk kesana dan tempatnya searah dengan skula anakku.

Dengan hati yang harap harap cemas saya berangkat ke sebuah pasar yang searah dengan skula Rakha supaya bisa langsung jemput Rakha sekolah.Pokoknya kalo emang ga sampe ketemu ya sudah, tinggal bilang sama guru saya and begging her to change the lesson for today into another part.. Yang penting saya sudah berikhtiar mencari. Hehehe..*excuse yang gak membuat maju yaa..

Ketika sudah hampir tigaperempat perjalanan tiba-tiba dari sebuah tenda penjual ketupat sayur keluar seorang bapak and you know whaattt.. tangannya sedang memegang janur yang akan diolahnya menjadi cangkang ketupat..!!Wooww setiap hari saya melewati jalan ini gak pernah sebelumnya saya melihat siapapun keluar dari tenda ketupat sayur itu dengan membawa-bawa janur, paling-paling hanya pembeli yang keluar masuk saja. Tanpa pikir panjang segera saya memutar balik kendaraan dan menghampiri si bapak tersebut. Sebentar kemudian saya berbincang dengan si bapak yang notebene penjual ketupat sayur tersebut pastinya laah. Beliau dengan logat padangnya yang sangat kental memberitahukan saya tempat menjual janur mentah (janur yang belum diolah) di pasar yang akan saya datangi tadi secara detail dan jelas. Langsung saja setelah mendapat penjelasan dari bapak penjual ketupat saya segera meluncur ke pasar dan tentunya tanpa lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak tersebut. Alhamdulillah perjalanan menuju pasar yang biasanya sangat maceet cett saya lalui hanya kurang dari 10 menit. Dan berkat penjelasan dari si bapak yang terperinci saya pun dengan mudah menemukan penjual janur yang saya butuhkan untuk materi kursus saya nanti.

Alhamdulillah, senang sekali hati saya, seraya tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT, mungkin ini hanya sebuah kejadian yang sangat biasa saja. Tapi saya yakin semua kemudahan itu datangnya bukan suatu kebetulan tapi pertolongan Allah SWT. Sekecil apapun itu bentuknya tetapi saya berusaha untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT.. aamiin Allahumma aamiin...

2 comments:

cut maha ratu said...

Subhanallah..itu namanya memang diberi kemudahan sama Allah. soalnya niatnya udah baik hehe... btw baru tau nih kalau Irma skrg kursus merias pengantin? wah seru banget ya? riasannya utk semua macam busana pengantin atau khusus adat jawa aja?

Irma Handayani said...

Hehee.. sebenernya udah pernah dulu Cuti, cuma skrg lebih diperdalam yang adat jawanya.Pengantin muslim juga Insya Allah sudah. Ini juga masih dalam taraf belajar n cari jam terbang kok..buat pegangan diri aja Cuti, aku kan udah ga kerja kantoran lagi. Gak ada yang gaji akuu..:D